Riau


Senjata
Badik Tumbuk Lada ialah sejenis senjata Melayu tradisional dari daerah Sumatera, Kepulauan Riau dan Semenanjung Tanah Melayu. Bentuk bilah senjata ini seakan badik dari Sulawesi, tetapi bentuk sarungnya berbeza. Pada pangkal sarung Tumbuk Lada terdapat bonjolan bundar yang selalunya dihias dengan ukiran yang dipahat. Sarung senjata ini selalunya dilapis dengan kepingan perak yang diukir dengan pola-pola rumit.
Senjata ini tergolong dalam jenis senjata pendek dengan mata pada sebelah bilah sahaja dan boleh diguna secara tunggal ataupun berpasangan.

Senjata Tradisional Riau

Senjata Tradisional Riau

Panjang bilah tumbuk lada sekitar 27 cm hingga 29 cm. Lebar bilahnya sekitar 3.5 cm hingga 4 cm. Dari tengah bilah sampai ke pangkalnya terdapat alur yang dalam yang kadang-kala disapu racun berbisa.
Selain keris, Tumbuk Lada pada zaman dulu juga menjadi salah satu kelengkapan pakaian adat di Kepulauan Riau, Deli, Siak dan Semenanjung Tanah Melayu.
Tumbuk Lada digunakan secara menikam, menghiris dan menjajah dalam pertempuran jarak dekat. Ia boleh dipegang dengan dua jenis genggaman iaitu dengan mata keatas ataupun mata ke bawah. Seorang yang ahli dalam permainan tumbuk lada mampu menukar genggaman senjata ini ketika bertemput bagi mengelirukan musuh.

Rumah Adat
Rumah Selaso Jatuh Kembar

Rumah Adat Riau diinterpresentasikan dengan nama Selaso Jatuh Kembar atau biasa disebut juga dengan Salaso Jatuh kembar. Pada tahun 1971 Gubernur Riau Arifin Ahmad membentuk tim 9 yang berisikan Budayawan dan pemikir Melayu, tim 9 ini bertugas untuk membuat dan mendesain Rumah Adat Riau yang dijadikan Anjungan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Tim 9 bekerja dengan melakukan riset keliling Riau, hingga kemudian lahirlah dan muncul sebuah Rumah yang kemudian menjadi Rumah Adat Riau dengan nama Selaso jatuh kembar. Rumah Selaso jatuh Kembar dipopulerkan oleh Gubernur Riau Imam Munandar sebagai Rumah Adat Riau.

Rumah Adat-Rumah Selaso Jatuh Kembar

Rumah Adat-Rumah Selaso Jatuh Kembar

Rumah Selaso Jatuh atau adalah bangunan seperti rumah adat tapi fungsinya bukan untuk tempat tinggal melainkan untuk musyawarah atau rapat secara adat. Balai Salaso Jatuh mempunyai selasar keliling yang lantainya lebih rendah dari ruang tengah, karena itu dikatakan Salaso Jatuh. Semua bangunan baik rumah adat maupun balai adat diberi hiasan terutama berupa ukiran. Di puncak atap selalu ada hiasan kayu yang mencuat keatas bersilangan dan biasanya hiasan ini diberi ukiran yang disebut Salembayung atau Sulobuyung yang mengandung makna pengakuan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Selasar dalam bahasa melayu disebut dengan Selaso. Selaso jatuh kembar sendiri bermakna rumah yang memiliki dua selasar (selaso, salaso) yang lantainya lebih rendah dari ruang tengah.

Lagu Tradisional
1. Soleram
Download Lagu Soleram >> http://www.4shared.com/get/pDyCJscO/soleram.html
Lirik Lagu :
Soleram
Soleram
Soleram
Anak yang manis
Anak manis janganlah dicium sayang
Kalau dicium merah lah pipinya
Satu dua
Tiga dan empat
Lima enam
Tujuh delapan
Kalau tuan dapat kawan baru sayang
Kawan lama ditinggalkan jangan

2. Pepaya mangga Pisang Jambu
Download Lagu >> http://www.4shared.com/get/ctVcZgGR/03_Lg_Papaya_Mangga_Pisang_Jam.html
Lirik Lagu :
Pepaya mangga pisang jambu
Dibawa dari pasar minggu
Disana banyak penjualnya
Dikota banyak pembelinya
Papaya buah yang berguna
Bentuknya sangat sederhana
Pasanya manis tidak kalah
Membikin badan sehat segar

Pakaian Adat
Pakaian adat Riau untulelaki baju Kurung Cekak Musang yang dilengkapi dengan kopiah. Kain samping yang terbuat dari kain tenun dari Siak, Indragiri, Daik, Terengganu, atau lainnya yang dibuat dan bermotifkan ciri khas budaya Melayu.

Pakaian Adat Riau

Pakaian Adat Riau

Sedangkan untuk perempuan adalah baju Kurung Kebaya Labuh dan Baju Kurung Teluk Belanga atau juga Baju Kurung Cekak Musang. Untuk kepala rambutnya disiput jonget, lintang, lipat pandan. Pada siput dihiasi dengan bunga melur, bunga cinga atau diberi permata. Kepala ditutup dengan selendang, dibelitkan keleher. Rambut tak tampak, dada tertutup.

Tari Tradisional
Joget Lambak atau joget dangkung merupakan suatu tarian yang cukup populer bagi masyarakat melayu. Dalam perkembangannya ,joget lambak ini telah berkembang didaerah Bintan, Batam, Moro dan tersebar luas diseluruh masyarakat Kepulauan Riau.
Menurut sejarahnya, joget lambak memang sudah ada sejak dari zaman dahulu maupun sejak zaman kerajaan – kerajaan melayu Riau-Lingga . Joget Lambak ini juga merupakan rangkaian perjalanan dari kebudayaan melayu yang tidak lapuk oleh hujan dan tidak lekang oleh waktu. Gerak tariannya yang sangat lemah gemulai dan berlenggang menjadi khas suatu tanda, bahwa tarian ini tetap ada disepanjang zaman.

Tari Tradisional Riau

Tari Tradisional Riau

Pada umumnya lagu-lagu yang ditarikan dalam Joget Lambak adalah lagu atau irama joget seperti Serampang Laut, Anak Kala, Tanjung Katung dan juga lagu Dondang Sayang. Alat musik yang digunakan juga sangat sederhana seperti Biola, Gong atau Tetawak dan Gendang, suatu alat musik yang menjadi lambang kesenian tradisional melayu.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s